The Roots live! Konser terbaik dalam hidup saya.

Maaf kalo sedikit basi, karena baru sekarang sempet beresin nulis tentang konser terbaik dalam hidup saya ini. Gara-gara Minggu-minggu ini lagi lumayan sibuk amit-amit jabang bayi. Tulisan ini lumayan panjang karena begitu berkesan buat saya pribadi. Kalau malas bacanya tinggal loncat ke foto-foto di bawah ini. Kalau punya waktu luang silahkan dibaca. Atau jika luar biasa suka sama tulisan saya dan sangat mengidolakan saya, silahkan di save untuk di baca di rumah. (iya siih Too)

Entah kenapa hampir seminggu setelah konser ini berlalu, saya engga nemuin satupun berita di situs lokal maupun di media cetak tentang liputan konser The Roots di Embassy kemarin, bahkan di Multiply sekalipun. Rasanya konser ini berlalu begitu saja sama persis kaya promo acara ini yang juga terasa sangat mendadak. Atas nama kecintaan absolut saya terhadap musik funk/soul (yang sangat mempengaruhi The Roots) dan tentu saja ngeliat drumer kesukaan saya: ?estlove; keberangkatan saya ini adalah untuk menebus kesalahan saya karena melewatkan Almarhum James Brown (maafkan saya Godfather), Funkadelic perjuangan (George Clinton) dan Raul Midon (slap guitar master + Donny Hathaway-esque vocal) ketika mereka datang kemarin. Terimalah sujud sembah permohonan maaf saya (yu kaleum To)

Reaksi pertama saya begitu mengetahui dari site http://www.dothewhatnot.com hari Jumat kemaren, bahwa the legendary Roots crew akan datang ke Jakarta adalah reflek memesan tiket via telpon ke teman yang lagi nonton Java Jazz. Dan karena di acara itu lagi ada promosi, di sana tiketnya dijual dengan harga nyaris separuhnya. Saya tidak mungkin melewatkan momen kedatangan the hottest hip-hop act ini. Bungkuus! Dan datanglah saya, ke konser band hip-hop, dengan setelan soulbrother 70angapentingnaonlah ala saya itu dan dengan segera saya tampak tersasar di dalam lautan hiphopers dalam konser The Roots yang dipenuhi oleh Air Force 1, topi baseball lurus serta celana gombrong. Haha. Btw much respect dari saya untuk komunitas hip-hop yang solid berat di Indo.

Pemandangan pertama yang saya secara reflek perhatikan adalah set panggung, begitu masuk ke venue. Ternyata mereka tidak bawa piano Rhodes dan set drumnya ?uest tampak begitu biasa. Yang tampak adalah mereka hanya membawa gitar 2 buah, bass -yang mereknya aneh- saja, selain itu agaknya mereka menyewa alat dari sini. Yang khas adalah handuk yang nyantol dimana-mana untuk para personil the Roots dan tidak ada meja turntable yang biasa ditemui dalam set panggung konser hiphop.

Konser dibuka oleh dj set dan rapper bule dari Kanada. Setelah beres langsunglah ?estlove, Blackthought dan pemain sousaphone Tuba Gooding Jr menghentak. Nice banget, karena porsi bass digantikan oleh sousaphone (yang mirip tanjidornya Mandra) yang bersuara sangat low itu dan menggantikan bunyi bass. Hanya drums, sousaphone dan seorang MC; tapi bisa groovy beraat. Udah gitu si Sousaphonist itu lincah banget joget-joget dengan benda sebesar itu di pundaknya padahal dia harus manggul dan niup Tanjidor gede itu yang pastinya harus ditiup sekuat tenaga. (kalo dia niup lilin ulang tahun pasti lilinnya sampe lepas dari kuenya). Dari situ personel lain masuk dan langsung medley sekitar 5 lagu dan tanpa jeda dan basa basi. Dari situ saya terkesan dengan nafasnya Blackthought yang rapping terus tanpa henti. Ya ga percuma mungkin karena badannya yang segede lemari dobel itu. Meskipun beberapa lagu awal saya ga terlalu ngeh karena merupakan materi album baru tapi groovenya bener-bener sulit untuk ditolak oleh kepala dan tubuh saya ini untuk tidak bergoyang mengikuti beat-beat hiphop itu. Karena ternyata tanpa sadar itulah yang saya lakukan sekitar setengah awal shownya itu berlangsung. Merasa bukan anak hip-hop saya berusaha menahan diri terhadapi gesture gerakan mengapresiasi musik hiphop. Yaitu tangan kanan menjulur ke depan bergerak naik turun seperti patung kucing pembawa hoki di toko-toko milik keturunan Tionghoa. Tapi ternyata saya salah.

Ga ada kata lain yang bisa ngegambarin suasana konser itu begitu The Roots maen selain pecah banget! Semua dibikin bergoyang dan itu bukan karena semua adalah fans berat band ini, tapi lebih ke hype yang dihasilkan 5 musisi itu di atas panggung. Dentuman beat bass drum ?uestlove masuk banget ke telinga sampe ke tulang-tulang sampe pantat dan kaki sehingga sangat susah untuk tidak mengikuti beat-nya. Sehingga tahu tahu saya sudah mengangkat tangan ke atas sambil bergoyang bagaikan anak hip-hop sejati (adeuh..) Terus juga panggung yang pendek dan venue yang kecil plus posisi saya yang berdiri persis di bibir panggung bikin hype-nya terasa edan banget, mereka secara bergantian memainkan instrumennya dan Black rapping hanya berjarak kurang dari setengah meter di depan saya. Sinting! Sebuah pengalaman musikal yang sangat susah dilupakan. Saya juga sampe bingung ngedeskripsiin perasaan yang saya alamin melihat orang kulithitam yang bisa segitu menjiwai banget main musiknya. Mahal banget. Itu baru namanya ekspresif! Yang mereka lakuin adalah seperti anak kecil yang lagi bermain permainan yang sangat mereka sukai. Kegembiraan luar biasa yang mereka sendiri hampir tidak bisa kontrol. Mata mereka saling memberi kode yang dengan segera direspon oleh yang lainnya. Mereka juga tidak sungkan sungkan untuk berdiri berbaris, bergoyang dan menari bersama -hampir mirip formasi para gitaris/bassisnya Soneta grup- seperti yang sering dilakuin gitaris Capt Kirk dengan Sousaphone Tuba Goodings. Bahkan ada momen agak terakhir perkusis (atau perkusier?) F Knuckles yang sekilas mirip sama Ludacriss ini sampe berhenti memukul perkusinya, maju kedepan hanya untuk bergoyang aja seperti hilang kendali diri sendiri dan joget-joget di sebelah Blackthought yang cool berat rapping terus tiada henti. (mungkin rasanya seperti ketika terlalu banyak minum kita suka tanpa sadar naik ke atas meja atau boks pengeras suara. cuman ini dilakukan dalam keadaan sadar). Saat itu Knuckles sampe diketawain ?uestlove yang liat-liatan sama gitaris Capt Kirk. Btw Knuckles ini adalah player yang paling humoris dan ramah kayanya, soalnya dari awal dia ketawa-ketawa dan cengar-cengir terus kode-kodean sama ?uestlove pas main. Oh ya pemandangan yang agak aneh adalah bassis bulenya yang mirip Billy Joe Green Day. Cenderung asik sendiri, kurang goyang dan dia sama sekali jarang berinteraksi sama drummer ?uestlove. Padahal kan harusnya bassis dan drumer saling berinteraksi, tapi namanya juga musisi ber-skill edan, yaa pastinya mereka udah ‘blend’ aja ya. Bagaikan lotek dan bumbu kacangnya.

Ini sedikit tentang para personil lengkap dengan fesyennya (silahkan berdehem bilang: ehem-freak!)

Pada keys, Kamal Gray:
Dia mungkin adalah personel paling ganteng dan cool berat yang cenderung suka berjoget-joget santai dari balik kibordnya. Dan fisiknya cenderung lebih bule/latinos ketimbang yang lainnya yang hitam-hitam siapa takut itu. Saya gatau apa sneakers yang dia pake, yang jelas adalah sneakers berbahan plastik mengkilat sekilas mirip Adidas tapi ber strip 4. Bajunya sih standar t-shirt putih dan jeans.

Perkusis (atau perkusionis atau perkusier) F Knucles:
Dengan rambut konro yang sebahu dan senyum yang sangat lebar sangat ngingetin saya sama Ludacris. Dia adalah salah satu player yang ga bisa diem dari balik set perkusinya. Paling sering terlihat ketawa-ketawa dan tersenyum besaaar banget pas maen saking menikmati permainannya dan ketika kode-kodean sama gitaris Capt. Kirk ataupun drumer ?uest. Sayangnya saya lupa dia pake sneakers apa. Dia pake t-shirt putih polos juga dan jeans gombrong.

Sousaphonist Tuba Gooding Jr.:
Terlihat paling muda dan juga ga bisa diem dengan tanjidor sebesar itu yang kadang dia taro di lantai ketika dia ga mainin. Dengan tanjidor di bahunya ia selalu atraktif dan berjoget ala tarian seperti dalam klip-klip RnB. Ampun, padahal tanjidornya itu pasti berat banget. Btw Sousaphonist ini memakai jaket Adidas yang kemudian di lepas, jeans dan sneakers Adidas plastik mengkilat hitam berstrip merah.

Bassis Owen Biddle: Personil bule yang terlihat seperti whitey pada umumnya adalah bassis baru The Roots sekaligus produser album Game Theory dan ikutan rekaman bersama nama musisi soul penting seperti Al Green dan termasuk Corrine Bailey Railey. Dengan wajah seperti Billy Joe gitaris/vokalis Green Day, Ia berkemeja putih polos tangan panjang yang tidak digulung denga kaos dalem putihnya yang bergambar, dia terlihat sangat asik sendiri dan jarang berinteraksi dengan personel lainnya. Dan dia pake sneakers All Star biru muda. Gayanya seperti anak kuliahan sekali di film teenflicks.

Gitaris & backing vokal Captain Kirk Douglas:
Dengan afro yang disisir kebelakang mirip kaya boneka trolls, ia berjaket kulit coklat andalan -soalnya persis sama di foto yang saya googlingkan – di bawah ini dan ber-sneakers Puma Clyde yang “pimp” banget. Ada motif2 animal print kecil menghiasi sneakers-nya. Dia pake gitar Les Paul Gibson vintage yang udah bulukan gitu dengan sentuhan bling-bling dengan gliter titik-titik mengkilat kaya berlian pada bagian atas body Les Paulnya. Sementara gitar keduanya adalah Epiphone aneh berwarna putih. Kapten ini juga ga kalah atraktifnya. Maju mundur terus padahal posisi dia nyempil di belakang sejajar sama drum set ?uestlove dan rada kehalang sama keyboard yang sedikit di depan, jadi kalo mau maju harus nyempil-nyempil gitu. Momen paling seru dia adalah waktu dia kebagian porsi solo gitar. Cuma pake booster ampli JCM 900 doang tapi gitarnya menjerit banget. Dan dia dengan kocak juga menjelajah panggung dari kiri ke kanan, gitarnya diputer dan dilepas dari gendongan bahu dia dan diangkat di depan wajah dia tapi masih bunyi buruluk shreeding gitu karena sementara tangan kanannya juga nahan megang bodi gitar tangan kirinya ga hanya nahan gitar tapi jari tangan kirinya masih menari-nari typing gitu. Paling kocak juga waktu tiba-tiba musiknya berubah menjadi musik blues pelan, Capt. Kirk bermain dengan muka yang mau nangis mewek-mewek gitu seiring dengan nada-nada ‘sedih’ minor pentatonic blues yang dia mainin di gitarnya. Kocak banget, apalagi waktu dia berpura-pura nangis mewek-mewek lengkap dengan gerakan tangannya menghapus air mata dari wajahnya. Lucu banget cara dia bercanda dengan musik blues.

Rapper Black Thought:
The coolest dan yang paling cerewet ya tentu aja karena dia adalah vokal utama The Roots. Mengenakan topi baseball NY sedikit miring, jarang tersenyum dan matanya yang bersembunyi dibalik sunglasses gradasi coklat -yang jadi ciri utama dia itu- membuat Blackthought terlihat sangat cool dan berkarisma. Dengan tanpa letih dia bolak balik menjajah tiap sudut panggung berusaha menyampaikan lirik-lirik yang ia rapping kan. Kejutan besar: diakhir lagu mereka membawakan lagu Move On Up Curtis Mayfield (yang belakangan sempet di sampling sama Kanye) dan disitu Black bernyanyi. Saya ga tahu apakah semua rapper kulithitam seperti 50 cent, Kanye, dll bisa bernyanyi, tapi sekarang saya tahu Black bisa. Oh ya dia mengenakan baju safari krem -seperti yang biasa buat berburu- kemeja dengan celana pendek kantong banyak dengan jam tangan besar bertahtakan berlian besar-besar. Sepatunya? Clarks Wallabe original desert boot baru berwarna krem yang masih ada tag-nya, menjuntai belum dilepas. Sombong amet mas. haha

Drumer ?uestlove:
Tubuhnya besar banget seperti Leon Koil, tapi pukulannya keras banget dan begitu nyaring. Dia mengenakan kaos hitam bertuliskan Legend dengan daleman t-hirt lengan panjang putih jeans dan sneakers Air Force 1 putih polos dengan tali sepatu oranye neon. Wajahnya sangat kocak kalo maen drum, terlihat sangat asik sampai wajahnya tidak kontrol. Mungkin mirip seperti anak kecil yang ngeluarin lidah waktu keasikan baru bisa gambar. Bedanya kalo ?est lebih sering mangap dan bengong saking asiknya mukul drum. Dia juga terlihat sangat menjaga sasak -yang menjadi trademarknya- di rambut afronya agar tetap di kepalanya. Tanpa disadarin tahu tahu dari sebelah kiri, sasaknya sudah berpindah ke sebelah kanan kepalanya. Kadang juga ketika sasaknya mau jatuh, dia rela gigit stick dulu untuk benerin sasaknya sementara tangan satunya lagi masih mukul drum tanpa berhenti bermain. Pukulannya groovy banget tapi sangat simple. Skill nya kerasa justru ketika dia memukul beat-beat simple yang begitu konstan dan funky.

Setelah kurang lebih dua jam dan sebuah encore akhirnya show benar-benar berakhir. Dan dengan ramah semua personil maju kedepan untuk salam-salaman dan tos-tosan serta meladeni tanda tangan dengan penonton yang masih enggan beranjak. Dan cukup lama mereka berakrab-akraban dengan para penonton. ?uest pun ga kalah ramah dia bagi-bagi stick dan salam-salaman terus sama penonton. Bahkan orang orang di sebelah saya sempet nyolek-nyolek perut besarnya waktu si ?uest tampak kesenengan tos-tosan dan salam-salaman sama penonton. Luar biasa begitu ramah mereka meladeni fansnya, hampir semua permintaan diturutin. Termasuk setlist tulisan tangan mereka. Capt Kirk bahkan mau dengan berhati-hati nyopot setlist yang di selotip ke panggung supaya ga robek karena diminta penonton. Begitu beres, kita disuguhkan DJ set dari ?uestlove. Dan koleksinya adalah classic funk/soul termasuk beberapa koleksi langka “internal” seperti Alicia Keys remix, beberapa Badu dan artis nu-soul geng Soulaquarians yang ?uest pimpin. Curang. Haha. Blackthought pun tidak kalah ramahnya. Dia cukup lama meladeni permintaan foto dari fansnya termasuk saya. Cukup lama. Sampe saya pulang pun tetep dia masih berdiri di tempat yang sama dan berpose dengan antrian yang panjang. Entah dimana personel lainnya pada saat itu.

Oh ya saya jgua mendapatkan pick gitar bekas gitaris Capt. Kirk. Saya yang dari awal sudah berdiri depan gitaris Capt. Kirk memang sudah ngincer pick gitarnya yang dia taro di atas ampli gitarnya pas beres acara. Untungnya di sebelah kanan dan kiri saya adalah rapper semua, jadi ketika saya minta pick-nya dengan senyuman besar, dengan mudah saya meraih pick yang Capt Kirk berikan dengan ramah. Mungkin dalam hati dia bertanya-tanya buat apa pick gitar saja? Terlalu kecil untuk dikoleksi kalau dibandingkan stick drum yang lebih besar dan cukup keren untuk bisa dilempar oleh sang drumer sebagai closing act. Tapi saya punya ritual dan semacam tahayul yang dulu sempet saya percayai. Saya mengkoleksi pick gitaris favorit lokal saya. Dari Miten jaman Netral masih vintage alternatif rock hingga ke Boris Flowers -era album pertama mereka baru keluar- saya rajin menonton mereka dan tidak lupa meminta picknya. Karena saya berharap energi serta permainan mereka yang masih tersisa di pick gitarnya bisa saya tranformasi ke dalam permainan gitar saya :D. Dan ketika sepuluhtahun terakhir ini saya mentok sama musik tradisional kulithitam funk/soul dan begituterpengaruh oleh ritem/melodi gitarnya, pick gitar pemberian Capt Kirk yang soulful itu saya harap bisa menjadi jimat saya agar lebih negro soul bermain gitarnya dan -ehem- nyanyinya juga. Amin ya robal alamiiiin… :D

*Mohon maaf atas keamatiran saya dalam memotret. apalagi mereka terlalu atraktip jadi susah fokus. untung ada yang namanya googling. :D

enjoii

Their songlist:
75 bars
rising up
star
long time
please dont go
in the music
rising down
quills
the realm
proceed
mellow my man/mal 101
you got me
get busy
jungle boogie/dont feel right
next movement
the seed/ men @ work

About these ads

40 thoughts on “The Roots live! Konser terbaik dalam hidup saya.

  1. oh ini yang suka dibikin sop itu yah..
    aku ketawa2 ngakak liat foto-fotonya, bodor banget abis foto asli trus ada foto hasil google. seperti mencerminkan rasa kurang percaya diri. hwhehehe

  2. ya amplop..panjang betul tulisan lo..beda nih yang penggemar..hehe

    gw baca dulu ya pelan-pelan, soul brother :p

    *udah nonton artis negro bersama jadi kita sah ya jadi soul brother..huhee

  3. setuju banget..yang bukan penggemar hip hop pun juga pasti akan goyang saat menikmati pertunjukkan mereka..tapi gua sih belum sampe ngangkat tangan kayak boneka kucing pembawa hoki di toko-toko tionghoa :D

    oh iya, gua juga kurang sreg ama bassist yang baru..gak sedahsyat si Hub..gua sempet denger rekaman livenya waktu Hub masih ada, dahsyat banget waktu solonya.

    gua juga suka ngeliat si F Knucles yang selalu senyum dan berusaha-ngobrol-entah-apa dengan ?uestlove di tengah-tengah permainan. enak aja ngeliatnya. santai banget mainnya.

    btw reviewnya mantap, detail sampe sepatu-sepatu setiap personil elo hafal ya..gile. gua sebenernya juga udah buat tulisan tentang konser the roots sehari setelah menonton, tapi disimpen dulu deh..untuk Jeune aja..hehe

  4. iya. turut berdukacita juga Bol. btw si Johan juga detik2 terakhir menghilang entah kemana. seperti biasa'lah. hihi…

    btw kemaren gue ampe berserakan gitu, dan dipungutin temen-temen gue saking pecah berantakannya. x)

    Alicia Keys' concert. berangkat ya Bol? wajib.

  5. kami udah tau kok ant, kalo elu agak2 freak. hahahaha. saking melekatnya imej funk/soul plus sneakers di kepala gua, waktu gua lihat buku soal sepatu, yang terlintas di kepala gua adalah sosok anto arif soul brother maniak sneakers! :p

  6. whewww.. bw dua hari ini gue menghabiskan fideo fideo the Roots di yutup. gokhiiill chiiiing kalo liat mereka lebih sering maen di stage segede gajah dan di depan audiens ribuan orang.

    bahkan saking gedenya stage, penonton cuma bisa mereka liat dari jauh via big screen di kirikanan panggung.

    Demm, beruntungnya gue. bisa liat mereka dari superdeket.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s