MALIQ & D’Essentials x McDonald’s

Setelah album Musik Pop dan Senandung Senandika yang rada eksperimental, mereka bisa aja kembali bikin pop ala soul/funk 70an semudah itu.

Ini buktinya:

Iklan

Woy Informasi, Jangan Keroyokan Dong!

Blog_Keroyokan!

Di era tsunami informasi sekarang justru makin susah tercerahkan secara utuh oleh sebuah karya. Saat ini lebih mudah jatuh cinta dengan single sebuah album, lebih suka nonton serial yang pendek-pendek dan lebih suka baca tulisan pendek-pendek di browser internet. Faktornya jelas, dulu semua musik, film dan buku bacaan masuk satu persatu. Sehingga punya cukup waktu untuk memilah dan mencerna satu persatu serta menemukan relevansi dengan perkembangan diri saat itu.

Sekarang dengan informasi yang demennya main keroyokan ini susah sekali untuk merasakan hal itu. Tapi bukannya tidak mencoba. Spotify, Gomovies, Rottentomates dan Goodreads selalu dibuka hampir tiap hari. Hasilnya malah: banyak film ga selesai ditonton, album musik juga idem dan buku-buku yaang ngga beres dibaca. Baca lebih lanjut

Funk. MSG Untuk Musik Indonesia?

# Funk lokal 6 album full.jpg

Era 90an – 2000an

Setelah 13 tahun di awal 2017 ini album penuh 70sOC (dulu 70s Orgasm Club), Electric Love dirilis. Kali ini kami produksi dengan kepatuhan luar biasa pada pakem-pakem musik funk terutama funk 70an. Ketukan patah-patah menghindari jatuh pada birama 1, bass-line dan hentakan drum yang bergoyang, kocokan gitar tajam berdecit dan gitar cekwaw-cekwaw dari pedal wah, suara piano elektrik dan synthesizer, tiupan trompet seksi serta tidak lupa sentuhan kecil seksi string, plus conga dan vibraslap perkusi yang menambah nuansa funk yang primitif.

Tapi sebentar. Mahluk apakah itu funk? Beberapa deskripsinya di kamus adalah liar, lepas kendali, bergoyang, bau tidak sedap, sesuatu yang kuat dan nakal. Funk dalam musik adalah mbahnya musik disko, pendewasaan menyimpang dan anak badung dari rahim musik soul/RnB tradisional yang manis itu. Kaum kulit hitam menemukan eksistensi dan jati diri mereka pada musik soul/R&B tradisional yang berkembang pada tahun 50/60an, kemudian bereksperimen lebih liar dan lahirlah musik funk yang menggema di tahun 70an. Baca lebih lanjut

70sOC. Start Lagi Dari Nol

 

Start lagi dari nol.

Panggung kecil, sound seadanya, penonton yang tidak banyak, dan mungkin tidak tahu siapa 70sOC, mungkin malah lebih familier dengan Antruefunk, atau “Anto.. Anto..” dari lirik lagu Sir Dandy dan penonton mungkin harus bersabar dengan penampilan awal-awal kami dan sound kami yang (mungkin) masih busuk karena band ini jelas masih butuh jam terbang lebih banyak.

Tapi ini bagian dari jalan panjang dan proses yang harus kami lewati sebagai band. Dan untuk kalian yang setia mengikuti kami, semoga menjadi bagian dari sejarah penampilan awal kami.

Dan hey mendapatkan satu penggemar baru tiap manggung adalah hal yang sangat menyenangkan untuk band yang baru mulai dari nol lagi ini. Mari!

Foto: Iman Fattah, dari Wonderbra concert 29 Juli @ The Roots cafe. Untuk info lebih lanjut sila kunjungi dan follow akun Instagram: @70soc.

Indonesia Darurat Lagu Pop Anak-Anak

Darurat Lagu Anak

ilustrasi: Abenk Alter

Di Hari Anak Nasional 23 Juli ini ada kenyataan kurang menggembirakan. Sudah dua dekade hingga kini Indonesia memasuki kondisi darurat lagu pop anak-anak. Lebih banyak anak kecil yang menyanyikan lagu-lagu cinta orang dewasa ketimbang lagu anak-anak. Bahkan kemarin sempat viral di medsos video anak kecil menyanyikan lagu “Manusia Kardus” dan video anak-anak bernyanyi memlesetkan lagu “Menanam Jagung” menjadi ajakan untuk membunuh salah satu paslon Pilkada DKI. Waduh! Baca lebih lanjut

Jual Band Kamu Sekarang

Jual Band Kamu Sekarangg.jpg

Waktu selalu berjalan dengan cepat. Gilanya perubahan teknologi seolah berjalan 10 kali lebih cepat. Itu yang terasa saat 70sOC merilis album perdana Electric Love (2017) bulan Februari kemarin. Sebelumnya 70s0C (dulu 70s Orgasm Club) merilis mini album di 2012. Dan ternyata hanya dalam 5 tahun terasa begitu banyak perubahannya. Saya sendiri saat 70sOC non aktif tetap mengikuti perkembangan musik sambil mengiringi Tulus selama 5 tahun ini. Sehingga turut memperhatikan bagaimana cara dan strategi promosi band jaman sekarang melalui Internet. Baca lebih lanjut